Buleleng, 12 Januari 2026 - Kepala Dinas Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Kabupaten Buleleng Dewa Made Sudiarta, didampingi oleh Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Made Mira Tri Yulia Ida Justisiana menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara daring, bertempat di Lobi Kantor Bupati Buleleng yang dihadiri oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Buleleng.
Rakor ini diselenggarakan dalam rangka menindaklanjuti Radiogram Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor : 500.2.3/252/SJ tanggal 10 Januari 2026 Perihal Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Di Daerah Tahun 2026 Dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah Dalam Program 3 Juta Rumah.
Rakor dibuka dan dipimpin oleh Sekjen Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan dihadiri oleh Forkopimda, Perangkat Daerah, Instansi dan Lembaga terkait di Kabupaten Buleleng.
Beberapa poin penting yang dibahas dalam rapat ini antara lain:
- Inflasi tahun 2025 masih dalam kategori baik, yaitu 2,92% year to date dan year to year.
- Inflasi month to month (Desember thd November 2025) sebesar 0,64%, dengan andil inflasi tertinggi dari Makanan, Minuman, Tembakau, Transportasi, Perawatan Pribadi dan Jasa lainnya.
- Sekjen Mendagri menghimbau kepada seluruh jajaran Pemerintah untuk mengadakan rapat koordinasi persiapan sebelum Bulan Ramadhan, agar tidak terjadi lonjakan harga seperti tahun-tahun sebelumnya.
- 10 Provinsi Tertinggi penyumbang inflasi tahun 2025 adalah Aceh, Sumbar, Riau, Sumut, Jambi, Kalsel, Maluku, Kepri, Sulteng dan Papua Tengah.
- Komoditas utama penyebab Inflasi pada Bulan Desember 2025 yaitu Cabai Rawit, Daging Ayam Ras, Bawang Merah, Emas Perhiasan, Ikan Segar, Telur Ayam Ras, Bensin dan Tarif Angkutan Udara.
#PemkabBuleleng
#BulelengPaten
#KerjaMantap
#KerjaCerdasIklhasTuntas
#DagperinkopUkm
#KitaHebatHebatHebatLuarBiasa
#BulelengBali