“Dinas Dagperinkopukm Buleleng Hadiri Kunjungan Lapangan Pengembangan Kopi Perhutanan Sosial di Desa Wanagiri”
Bidang Perindustrian dan Bidang Pengembangan Usaha Mikro (PUM) Dinas Dagperinkopukm Kabupaten Buleleng menghadiri kegiatan Kunjungan Lapangan Pengembangan Komoditas Kopi Perhutanan Sosial yang diselenggarakan oleh Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Produk Perkebunan dan Hortikultura, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, pada Selasa (7/7/2026), bertempat di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas kopi specialty Indonesia melalui pengembangan komoditas kopi berbasis masyarakat di kawasan perhutanan sosial. Kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung potensi pengembangan kopi, memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, serta menghimpun masukan sebagai bahan penyusunan kebijakan pengembangan komoditas kopi nasional.
Dalam diskusi bersama Tim Kementerian Koordinator Bidang Pangan, pemerintah daerah, Kelompok Tani Hutan, dan BUMDes Desa Wanagiri, disampaikan bahwa pengembangan ekonomi pedesaan perlu diarahkan pada konsep ekonomi sirkular, yaitu sistem yang mampu menghubungkan sektor budidaya, pengolahan, hingga pemasaran sehingga dapat memberikan nilai tambah secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Desa Wanagiri dinilai memiliki potensi yang besar sebagai kawasan pengembangan kopi karena didukung kondisi agroklimat yang sesuai. Selain menghasilkan kopi Arabika dan Robusta, masyarakat juga mengembangkan berbagai komoditas perkebunan lainnya melalui sistem tumpang sari sebagai bagian dari pengelolaan kawasan perhutanan sosial.
Pada kesempatan tersebut, Kelompok Tani Hutan dan BUMDes Desa Wanagiri memaparkan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam pengembangan komoditas kopi, termasuk membangun kemitraan dengan berbagai pihak untuk meningkatkan produktivitas, pengembangan teknologi budidaya melalui lahan percontohan (demplot), serta penguatan tata kelola usaha berbasis masyarakat.
Tim Kementerian Koordinator Bidang Pangan juga menekankan pentingnya penyusunan data yang akurat dan terintegrasi, penguatan koordinasi lintas sektor, serta sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan BUMDes sebagai langkah strategis dalam mendukung pengembangan komoditas kopi yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin erat antara seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan kopi perhutanan sosial di Kabupaten Buleleng, sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat perekonomian masyarakat, serta mendorong terwujudnya kesejahteraan petani secara berkelanjutan.