Singaraja, 1 April 2026 - Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kab. Buleleng terus mendorong penguatan sistem distribusi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui rencana pembentukan Distribution Center (DC) berbasis koperasi. Kepala Dinas Dagperinkopukm Kab. Buleleng Dewa Made Sudiarta berharap program ini mampu menstabilkan harga, menjamin ketersediaan stok barang, serta memperpendek rantai distribusi dari produsen ke masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Gedung PLUT KUMKM Buleleng, Rabu (1/4).
Keberadaan DC nantinya akan berfungsi sebagai pusat logistik atau supply chain yang menghubungkan proses produksi hingga ke konsumen. Alur distribusi dirancang dimulai dari produsen menuju Koperasi Merah Putih (KMP), kemudian ke Distribution Center, dilanjutkan ke toko atau outlet KMP Mart, hingga akhirnya ke masyarakat.
Selain menjaga stabilitas harga pasar, DC juga diharapkan menjadi penyerap dan penyalur produk UMKM, sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Konsep ini juga akan mendorong penerapan “one village one product” serta membuka peluang penerapan “one island one management” dalam sistem distribusi yang terintegrasi.
Dalam implementasinya, DC dirancang dapat melayani hingga sekitar 6.000 item barang. Skema kepemilikan akan didominasi oleh KMP dengan porsi sekitar 95–99%, sementara sisanya dimiliki oleh konsorsium. Di Kabupaten Buleleng sendiri, terdapat potensi besar dengan jumlah KMP mencapai sekitar 108 unit. Dari sisi ekonomi, potensi ini didukung oleh modal yang cukup signifikan serta peluang keuntungan yang menjanjikan setiap tahunnya.
Meski demikian, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi, di antaranya kondisi koperasi yang masih perlu diperkuat serta stigma masyarakat terhadap koperasi yang masih rendah. Hal ini menjadi perhatian penting dalam pengembangan model DC ke depan.
Target utama dari program ini adalah terbentuknya pusat distribusi (Distribution Center) di Kabupaten Buleleng serta menjadikan koperasi sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Model distribusi yang saat ini sedang dianalisis juga diarahkan untuk memperjelas alur dari produksi oleh petani, distribusi oleh koperasi, hingga pemasaran kepada masyarakat. Dengan adanya Distribution Center berbasis koperasi ini, diharapkan ekosistem ekonomi di Buleleng menjadi lebih kuat, efisien, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.