"Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Dagperinkopukm Kab. Buleleng Menghadiri Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Di Daerah Tahun 2026"
Senin, 20 April 2026 - Upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat terus diperkuat. Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Dagperinkopukm Kab. Buleleng menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara daring dari Gedung Buleleng Command Center (BCC) Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng.
Kegiatan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI, dengan menghadirkan narasumber dari BPS, Kementerian Pertanian, BAPANAS, BULOG, Kementerian Perdagangan, serta instansi terkait lainnya.
Dalam paparannya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa berdasarkan tren empat tahun terakhir, inflasi pasca Lebaran cenderung lebih rendah dibandingkan periode Ramadan-Lebaran, kecuali pada tahun 2022. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi, dengan komoditas seperti bawang merah, cabai merah, telur ayam ras, dan bawang putih kerap mendominasi kenaikan harga. Sementara itu, daging ayam ras sering menjadi penyumbang deflasi.
Mengantisipasi dampak musim kemarau, Kementerian Pertanian menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain pemetaan wilayah rawan kekeringan, optimalisasi pengelolaan air irigasi, percepatan masa tanam dengan varietas tahan kering, serta penguatan koordinasi lintas sektor dalam pemantauan kondisi lahan pertanian.
Sementara itu, Badan Pangan Nasional (BAPANAS) memberikan sejumlah rekomendasi penting, di antaranya perlunya langkah antisipatif terhadap cuaca ekstrem dan dampak geopolitik global terhadap harga energi dan pangan, optimalisasi distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit, serta peningkatan penyaluran bantuan pangan dan komoditas strategis seperti beras, jagung, dan minyak goreng. Selain itu, juga diusulkan peningkatan distribusi MINYAKITA melalui BULOG dan BUMN Pangan, serta penambahan pintu masuk impor komoditas pangan untuk menekan biaya distribusi, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur dan tengah.
Melalui rakor ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta mengendalikan inflasi secara berkelanjutan di seluruh wilayah, termasuk Kabupaten Buleleng.
#PemkabBuleleng
#BulelengPaten
#KerjaMantap
#KerjaCerdasIklhasTuntas
#DagperinkopUkm
#KitaHebatHebatHebatLuarBiasa
#BulelengBali