(0362) 32143
disdagperinkopukm@bulelengkab.go.id
Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Jaga Stabilitas Harga, Dinas Dagperinkopukm Buleleng Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026

Admin disdagperinkopukm | 06 Juli 2026 | 290 kali

"Jaga Stabilitas Harga, Dinas Dagperinkopukm Buleleng Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026"

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Dagperinkopukm Kab. Buleleng, Made Mira Tri Yulia Ida Yustisiana, menghadiri Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual melalui Zoom Meeting bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta perangkat daerah/instansi terkait. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng pada, Senin (6/7).

Rakor dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dengan menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perdagangan, Perum BULOG, serta kementerian/lembaga terkait lainnya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas Radiogram Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor: 500.2.3/5043/SJ tanggal 5 Juli 2026 tentang Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026 serta Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Program 3 Juta Rumah.

Dalam rakor tersebut disampaikan sejumlah perkembangan terkait kondisi inflasi nasional, di antaranya:

1. Pada Minggu Pertama (M1) Juli 2026, sebanyak 8 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), 1 provinsi relatif stabil dan 29 provinsi mengalami penurunan IPH dibandingkan periode sebelumnya. Komoditas utama yang mendorong kenaikan IPH di daerah tersebut adalah cabai merah dan beras.

2. Dari seluruh provinsi, Papua Tengah mencatat kenaikan IPH tertinggi sebesar 1,59%, sedangkan Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami penurunan terdalam sebesar -3,82%. Sementara itu, Provinsi Bali menjadi provinsi dengan penurunan IPH terendah kedua setelah NTB, yaitu sebesar -3,75%.

3. Komoditas yang paling berpengaruh terhadap perubahan IPH meliputi bawang putih, cabai merah, beras, minyak goreng, bawang merah, cabai rawit, gula pasir, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras.

Perum BULOG juga menyampaikan bahwa realisasi penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) selama tiga bulan terakhir telah melampaui target, yakni 123% pada April, 115% pada Mei, dan 127% pada Juni 2026. Dalam upaya menjaga stabilitas harga beras, BULOG terus memperkuat stok, memastikan distribusi yang merata, melaksanakan operasi pasar dan intervensi harga, mengendalikan mekanisme pasar, memperkuat komunikasi publik, serta melakukan monitoring harian dan respons cepat terhadap dinamika harga. Selain itu, distribusi "MINYAKITA" selama tiga bulan terakhir difokuskan pada pasar rakyat.

Rakor juga menyoroti lima komoditas yang saat ini berada pada kategori zona "tidak aman", beserta langkah-langkah strategis yang direkomendasikan, yaitu:

* Beras medium Zona 3, melalui percepatan distribusi SPHP, penguatan dukungan ongkos angkut, serta peningkatan stok penyangga regional.

* Jagung pakan ternak, dengan mempercepat distribusi, memperkuat Cadangan Jagung Pemerintah (CJP), dan menyinkronkan pasokan dengan kebutuhan industri pakan.

* Ayam ras pedaging hidup, melalui pengendalian jumlah DOC (Day Old Chick), stabilisasi biaya pakan, serta pengendalian produksi.

* Telur ayam ras, dengan memperkuat penyerapan dari daerah surplus, distribusi ke wilayah dengan harga tinggi, optimalisasi pembelian oleh pemerintah daerah dan BUMN, serta mendorong kerja sama antardaerah yang didukung Belanja Tidak Terduga (BTT) pemerintah daerah.

* Daging ayam ras, melalui pengendalian pasokan DOC dan produksi, perluasan penyerapan oleh integrator maupun BUMN, penguatan fasilitas cold chain dan penyimpanan, serta mendorong ASN dan pegawai BUMN untuk turut menyerap produk daging ayam sebagai langkah menjaga stabilitas harga.

Melalui rakor ini, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, mengendalikan laju inflasi, serta memastikan ketersediaan pasokan pangan guna menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

#PemkabBuleleng

#BulelengPaten

#KerjaMantap

#KerjaCerdasIklhasTuntas

#DagperinkopUKM

#KitaHebatHebatHebatLuarBiasa

#BulelengBali