Buleleng – Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Buleleng menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Edukasi Keuangan dalam rangka mendukung Program UMKM Bali Nadi Jayanti. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PLUT KUKM Kabupaten Buleleng, Kamis (30/7), dan diikuti oleh 25 pelaku UMKM Kabupaten Buleleng.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Dagperinkopukm Kabupaten Buleleng, Drs. Dewa Made Sudiarta, M.Si., didampingi Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kabupaten Buleleng, Made Wirama Satria, S.E.
Turut hadir sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut, A. Agung Ngurah Suryadari dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali, Ketut Mahardika selaku perwakilan Bank BPD Bali Cabang Singaraja, Made Sumbertiasih dari BRIDA Kabupaten Buleleng, serta Putu Withari dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Kadis Dewa Made Sudiarta, menyampaikan apresiasi kepada TPAKD Kabupaten Buleleng, OJK Provinsi Bali, Bank BPD Bali Cabang Singaraja, BRIDA Kabupaten Buleleng, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi dan kolaborasi antarinstansi menjadi salah satu modal penting dalam memperkuat ekosistem UMKM di Kabupaten Buleleng. Salah satu aspek yang perlu terus diperkuat adalah literasi dan inklusi keuangan bagi pelaku UMKM agar mampu mengelola usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Peningkatan literasi keuangan menjadi kebutuhan mendasar bagi pelaku UMKM. Kemampuan dalam mengelola arus kas, memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha, menyusun laporan keuangan sederhana, serta memahami berbagai produk dan skema pembiayaan merupakan bekal penting bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis secara sehat dan berkelanjutan.
Selain akses terhadap pembiayaan, peningkatan kualitas produk juga menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM. Aspek higienitas produk, kemasan yang menarik, pemasaran digital, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), legalitas usaha, hingga sertifikasi produk perlu menjadi perhatian dalam pengembangan usaha di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.
Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Dagperinkopukm terus berkomitmen dalam memberikan pendampingan dan fasilitasi bagi pelaku UMKM melalui berbagai program. Upaya tersebut antara lain dilaksanakan melalui pelatihan peningkatan kapasitas, pendampingan legalitas usaha, fasilitasi sertifikasi halal dan PIRT, perlindungan HKI, penguatan kemasan dan pemasaran, inkubasi bisnis melalui Buleleng Entrepreneur Academy (BEA), serta layanan konsultasi dan pendampingan melalui PLUT KUKM Kabupaten Buleleng.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh masing-masing narasumber yang membahas berbagai aspek edukasi keuangan, akses pembiayaan, pengembangan usaha, serta pemenuhan aspek kesehatan dan kualitas produk. Para peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan secara langsung kepada narasumber.
Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme dari para pelaku UMKM yang hadir. Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam mengelola keuangan usaha, memanfaatkan akses pembiayaan secara bijak, serta meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
#PemkabBuleleng
#BulelengPaten
#KerjaMantap
#KerjaCerdasIklhasTuntas
#DagperinkopUkm
#KitaHebatHebatHebatLuarBiasa
#BulelengBali