(0362) 32143
disdagperinkopukm@bulelengkab.go.id
Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Kepala Dinas Dagprinkopukm Buleleng Hadiri Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Bahas Langkah Konkret Penguatan Pengendalian Inflasi

Admin disdagperinkopukm | 10 Februari 2026 | 407 kali

Kepala Dinas Dagprinkopukm Kabupaten Buleleng Dewa Made Sudiarta, didampingi oleh Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Made Mira Tri Yulia Ida Justisiana menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara daring, bertempat di Gedung Buleleng Command Center (BCC) Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Senin (9/2). 

Rakor dibuka dan dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia dan dari Kabupaten Buleleng dihadiri oleh Forkopimda, Perangkat Daerah, Instansi dan Lembaga terkait di Kabupaten Buleleng. Rakor ini diselenggarakan dalam rangka menindaklanjuti Radiogram Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor : 500.2.3/750/SJ tanggal 7 Februari 2026 Perihal Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Di Daerah Tahun 2025 Dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah Dalam Program 3 Juta Rumah.

Pada pertemuan tersebut, dibahas beberapa hal, antara lain:

1. Inflasi Januari 2026 yang lebih tinggi dibandingkan Desember 2025 antara lain dipengaruhi oleh Low Base Effect. Pada Januari - Februari 2025, pemerintah menerapkan kebijakan diskon tarif Listrik yang menekan IHK dan mendorong terjadinya deflasi. Penurunan IHK tersebut menyebabkan level harga pada Januari - Februari 2025 berada di bawah pola tren normalnya. Dengan demikian, ketika perhitungan Inflasi tahun ke tahun (year on year) dilakukan pada periode yang sama di tahun 2026, basis pembanding yang relatif rendah tersebut menghasilkan tingkat inflasi yang tampak lebih tinggi, meskipun dinamika harga berjalan relatif sejalan dengan tren fundamentalnya.

2. Pada Minggu I Februari 2026 tercatat sebanyak 15 provinsi mengalami kenaikan IPH (3 penyumbang tertinggi adalah NTB, Bali dan Bangka Belitung), 22 provinsi mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya dan 1 provinsi stabil. Komoditas terbesar penyumbang andil kenaikan IPH adalah cabai rawit, dan daging ayam ras.

3. Secara nasional, jumlah kab/kota yang mengalami penurunan IPH pada Minggu I Februari 2026 lebih banyak dibandingkan kab/kota yang mengalami kenaikan IPH. Di Bali yang mengalami kenaikan IPH adalah Kab. Karangasem dan Bangli. 

4. Beberapa komoditas yang mempengaruhi perubahan IPH dari Minggu III Januari sd Minggu I Februari 2026 antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, beras, minyak goreng, bawang merah, daging sapi dan telur ayam ras. 

5. Cabai rawit mengalami kenaikan IPH di 52,50% wilayah di Indonesia. Secara nasional rata2 harga cabai rawit pada Minggu I Februari 2026 berada di atas HAP. Secara umum harga cabai rawit sd Minggu I Februari 2026 naik 9,82% dibanding Januari 2026. 

Selanjutnya, telah dibentuknya tim Saber Pelanggaran Pangan Tahun 2026 yang efektif bertugas mulai awal Februari 2026 hingga Idul Fitri, yang terdiri dari reskrim Gubernur/Bupati/Walikota menjadi ketua pengarah satgas daerah. Dinas yang menangani urusan pangan, perdagangan, pertanian dan perijinan provinsi dan kab/kota serta Ditreskrimsus dan kasatreskrim Polri menjadi anggota satgas. Tim ini dibentuk dengan tujuan untuk menjamin pelaksanaan kebijakan HPP, HET dan HAP di Tingkat produsen, dan HAP di Tingkat Konsumen; Menjamin pelaksanaan kebijakan keamanan dan mutu pangan; Melindungi produsen dan konsumen memperoleh harga, keamanan dan mutu pangan sesuai ketentuan perundangan, Memberikan pedoman kerja Satgas Saber, dan Menjadi dasar Tindakan administratif dan/atau pidana terhadap pelanggaran harga, keamanan dan mutu pangan. 

Dinamika harga bahan pangan pokok dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu Cuaca, perayaan Imlek dan  jelang Ramadhan. Dengan demikian kepada daerah agar melakukan pengawasan secara intensif terhadap dinamika harga mana yang sudah jauh diatas HET/HAP bersama satgas saber dengan melaksanakan Operasi pasar murah, Penguatan bantuan subsidi transportasi distribusi serta Kerjasama dalam konteks produksi dan suplai dengan daerah-daerah champion.

#PemkabBuleleng

#BulelengPaten

#KerjaMantap

#KerjaCerdasIklhasTuntas

#DagperinkopUkm

#KitaHebatHebatHebatLuarBiasa

#BulelengBali