Pembukaan diawali dengan kolaborasi akbar 150 penari yang tampil di tiga sisi kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja. Bulfest 2026 kemudian resmi dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, ditandai dengan penembakan meriam ke langit.
Bupati Buleleng menyampaikan bahwa Bulfest tidak hanya menjadi ajang seni dan budaya, tetapi juga ruang untuk membangun rasa memiliki terhadap identitas dan kebudayaan Buleleng. Sementara itu, Gubernur Bali memberikan apresiasi karena festival ini turut memperkuat karakter khas kesenian Buleleng yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan kesenian Bali.
Selain pertunjukan seni dan budaya, Bulfest 2026 turut memberikan ruang bagi 105 pelaku UMKM untuk mempromosikan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner, kriya, fesyen, hingga produk ekonomi kreatif. UMKM tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya Roemah Soenda Ketjil, Gedung Wanita Laksmigraha, Galeri Singa Ambara Raja, Gedung DPRD Buleleng, Jalan Veteran, dan Sasana Budaya.
Kepala Dinas DagperinkopUKM Kabupaten Buleleng, Drs. Dewa Made Sudiarta, M.Si., bersama jajaran turut hadir dalam pembukaan sekaligus memastikan kesiapan para pelaku UMKM agar dapat tampil optimal selama pelaksanaan festival.
Melalui tema “Uriping Rasa”, Bulfest 2026 diharapkan menjadi ruang untuk menghidupkan kembali rasa cinta terhadap budaya lokal sekaligus mendorong geliat UMKM dan ekonomi kreatif di Kabupaten Buleleng.
sumber : https://disdagperinkopukm.bulelengkab.go.id