(0362) 32143
disdagperinkopukm@bulelengkab.go.id
Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

"Business Development Services Dorong UMKM Buleleng Naik Kelas Melalui Kolaborasi dan Penguatan Kapasitas"

Admin disdagperinkopukm | 07 Juli 2026 | 284 kali

"Business Development Services Dorong UMKM Buleleng Naik Kelas Melalui Kolaborasi dan Penguatan Kapasitas"

Buleleng – Direktorat Jenderal Pajak melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Singaraja menyelenggarakan kegiatan Business Development Services (BDS) bertajuk "Temu Santuy: Langkah Cerdas Bikin Usaha Naik Kelas" di Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT KUMKM) Kabupaten Buleleng, Selasa (7/7). Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara pemerintah, dunia akademik, dan instansi perpajakan dalam mendukung peningkatan kapasitas pelaku UMKM agar semakin profesional, berdaya saing, serta mampu berkembang secara berkelanjutan.

Acara dihadiri oleh Sekretaris Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Buleleng, I Made Sudarmika, yang mewakili Kepala Dinas Dagperinkopukm Kabupaten Buleleng. Turut hadir Kepala Seksi Pelayanan KPP Pratama Singaraja Farhan beserta jajaran, Nyoman Putra Yasa dan Risky Rundu Pandang dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Pendamping PLUT KUMKM Kabupaten Buleleng, serta sekitar 50 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM sektor olahan pangan dan kerajinan, mahasiswa IMK, dan mahasiswa Undiksha.

Mewakili Kepala Dinas Dagperinkopukm Kabupaten Buleleng, Sekretaris Dinas secara resmi membuka kegiatan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Direktorat Jenderal Pajak melalui KPP Pratama Singaraja atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi pengembangan UMKM di Kabupaten Buleleng.

Dalam sambutannya, I Made Sudarmika menyampaikan bahwa tema "Temu Santuy: Langkah Cerdas Bikin Usaha Naik Kelas" sangat relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM di tengah dinamika dan tantangan dunia usaha saat ini. Menurutnya, konsep "naik kelas" tidak hanya diukur dari besarnya skala usaha, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara profesional.

"Naik kelas bukan semata-mata berarti usaha menjadi lebih besar, tetapi juga berarti usaha dikelola dengan lebih baik, memiliki legalitas yang jelas, memahami kewajiban perpajakan, mampu memanfaatkan teknologi digital, memiliki strategi pemasaran yang tepat, serta terus meningkatkan kualitas produk maupun layanan," ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan Business Development Services diharapkan tidak hanya memberikan tambahan wawasan kepada peserta, tetapi juga menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan usaha. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring usaha, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan berbagai mitra pendukung dalam mendorong UMKM agar mampu naik kelas.

Usai sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para narasumber yang membahas strategi pengembangan usaha, peningkatan daya saing, serta pemahaman mengenai aspek perpajakan bagi UMKM. Suasana diskusi berlangsung interaktif, di mana para peserta memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi secara langsung mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan maupun mengembangkan usaha mereka.

Melalui kolaborasi yang terjalin antara Pemerintah Kabupaten Buleleng, Direktorat Jenderal Pajak, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan ekosistem UMKM di Kabupaten Buleleng semakin kuat, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu tumbuh menjadi usaha yang profesional, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

sumber: https://disdagperinkopukm.bulelengkab.go.id