"Pengawasan LPG 3 Kg Diperketat, Pemkab Buleleng Jaga Stabilitas Harga di Tengah Kenaikan LPG Non-Subsidi"
BULELENG – Menyikapi kenaikan harga LPG non-subsidi, yakni LPG 5,5 kg dan LPG 12 kg, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dagperinkopukm) Kabupaten Buleleng bergerak cepat melakukan langkah antisipatif pada Rabu (22/4). Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa kenaikan tersebut tidak berdampak pada harga LPG subsidi 3 kg di tingkat masyarakat, khususnya bagi rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada ketersediaannya.
Sebagai bentuk pengawasan, tim dari Dinas Dagperinkopukm Kabupaten Buleleng turun langsung ke lapangan dengan melakukan pemantauan ke sejumlah agen dan pangkalan LPG, sekaligus mengecek harga di tingkat konsumen. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Dagperinkopukm Kabupaten Buleleng, Drs. Dewa Made Sudiarta, M.Si, didampingi Kepala Bidang Sarana Tertib Niaga Perdagangan (STNP) bersama staf teknis. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan distribusi LPG subsidi berjalan lancar serta harga tetap sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemantauan dilakukan di beberapa titik strategis, di antaranya Agen PT. Gas Kusuma Jaya di Desa Bubunan, Kecamatan Seririt. Di lokasi ini, distribusi LPG 3 kg terpantau berjalan lancar dengan kondisi stok yang cukup, meskipun terdapat pengurangan alokasi sebesar dua truk per bulan. Harga penyaluran ke pangkalan tetap sesuai ketentuan, yakni Rp16.000 per tabung.
Selanjutnya, tim juga memantau Pangkalan Toko Gania Jaya di Kelurahan Seririt. Penyaluran LPG 3 kg di pangkalan ini berlangsung normal dengan prioritas bagi masyarakat setempat. Meskipun terjadi pengurangan pasokan dari agen, harga jual ke konsumen tetap berada pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 per tabung.
Pemantauan juga dilakukan di Agen PT. Mama Jaya yang berlokasi di Desa Temukus, Kecamatan Banjar. Di lokasi ini, penyaluran LPG ke pangkalan tetap berjalan sesuai mekanisme, meskipun agen mengalami pengurangan alokasi LPG 3 kg yang diterima.
Secara umum, hasil pemantauan menunjukkan bahwa ketersediaan dan distribusi LPG 3 kg di wilayah Seririt dan Banjar masih berjalan dengan baik, mulai dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) hingga ke agen dan pangkalan. Harga penyaluran dari agen ke pangkalan serta harga jual ke konsumen juga tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, tim juga melakukan pemantauan ke SPPBE ASP Ayu Sari yang berlokasi di Desa Temukus, Kecamatan Banjar. Dari hasil pengecekan, distribusi LPG 3 kg kepada agen masih berjalan lancar. Namun demikian, terdapat keterlambatan pasokan ke depo yang disebabkan oleh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta meningkatnya permintaan LPG subsidi. Meski begitu, ketersediaan stok di SPPBE masih mencukupi sesuai kebutuhan masing-masing agen, sehingga kebutuhan LPG 3 kg bagi masyarakat tetap terpenuhi dan dalam kondisi aman terkendali.
Kepala Dinas Dagperinkopukm Kabupaten Buleleng, Drs. Dewa Made Sudiarta, M.Si, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara berkala guna menjaga stabilitas harga LPG subsidi di masyarakat. Ia juga mengimbau para agen dan pangkalan agar tetap menjual LPG 3 kg sesuai dengan HET yang telah ditetapkan serta tidak melakukan penimbunan maupun praktik yang merugikan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng menunjukkan komitmennya dalam melindungi masyarakat dari potensi gejolak harga serta memastikan distribusi LPG subsidi tetap tepat sasaran. Dengan pengawasan yang intensif dan berkelanjutan, diharapkan stabilitas harga LPG 3 kg dapat terus terjaga sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi secara aman, merata, dan terjangkau.
sumber: https://disdagperinkopukm.bulelengkab.go.id