PLUT Goes to UMKM : Pendampingan UMKM “Rosa Bamboo Weaving” Dorong Inovasi Kerajinan Lokal
Desa Sambangan, 25 Februari 2026 – Sebagai bagian dari program PLUT Goes to UMKM, konsultan pendamping PLUT bidang Kelembagaan bersama Bidang Fasilitasi Pembiayaan melakukan kunjungan lapangan ke UMKM “Rosa Bamboo Weaving” yang berlokasi di Desa Sambangan. Usaha yang bergerak di bidang kerajinan bambu ini tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif yang menarik bagi para pengunjung.
Rosa Bamboo Weaving memproduksi berbagai kerajinan bambu yang menggabungkan nilai estetika dan fungsionalitas. Lebih dari itu, usaha ini mengemas diri dalam bentuk experiential activity, di mana wisatawan – baik lokal maupun mancanegara – diajak mengenal bahan baku bambu, mempelajari teknik dasar menganyam, hingga mencoba membuat kerajinan sendiri dengan tangan. Konsep ini menjadi daya tarik khusus karena memadukan kearifan lokal, edukasi, dan potensi pariwisata berbasis budaya.
Dalam kunjungan tersebut, tim PLUT fokus memberikan pendampingan pada dua aspek utama: penguatan legalitas dan pengembangan usaha. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan kategori jasa pelatihan/pengalaman pembuatan kerajinan bambu. Legalitas resmi ini diharapkan dapat memperluas akses pasar, meningkatkan kepercayaan mitra bisnis, serta membuka peluang kerja sama dengan agen perjalanan dan berbagai lembaga terkait.
Selain penguatan legalitas, tim juga melakukan diskusi dan perencanaan mendalam terkait akses pembiayaan melalui lembaga keuangan. Pendanaan ini diperuntukkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pengembangan usaha, mulai dari penambahan peralatan produksi, peningkatan kapasitas kerja, hingga penyusunan paket wisata edukasi yang lebih terstruktur dan profesional. Pendampingan ini bertujuan untuk membuat UMKM semakin bankable dan siap mengakses permodalan dengan cara yang sehat dan terencana.
Melalui kegiatan PLUT Goes to UMKM, diharapkan Rosa Bamboo Weaving dapat terus berkembang sebagai pelaku usaha kreatif yang tidak hanya berhasil melestarikan kerajinan tradisional bambu, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar serta pengalaman budaya yang berkesan bagi setiap pengunjung.
sumber: https://disdagperinkopukm.bulelengkab.go.id